RAKERDA PTA dan PA SE NTT TAHUN 2020 DIBUKA SECARA RESMI OLEH DIRJEN BADILAG

gambar/Teleconference.jpg

20 Februari 2020

Setelah dimulai sejak Rabu sore, pukul 16.00 WITA dimulai dengan beberapa kegiatan sampai dengan pukul 22.00 WITA, maka pada Kamis pagi kegiatan Rapat Kerja Daerah Pengadilan Tinggi Agama dan Pengadilan Agama Se Nusa Tenggara Timur dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama, Yang Mulia Dr. Drs. H. Aco Nur, S.H., M.H.Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dirjen Badilag melalui teleconference  yang dibarengkan dengan pembukaan kegiatan Rapat Koordinasi di 2 (dua) Pengadilan Tinggi Agama lainnya yakni Pengadilan Tinggi Agama Semarang dan Pengadilan Tinggi Agama Palangkaraya.

Dalam kesempatan tersebut,  H. Aco Nur menyampaikan bahwa warga peradilan agama harus mampu mengubah mindset dari dilayani menjadi melayani karena aparatur pemerintah adalah pelayan masyarakat. Lebih lanjut beliau menyampaikan dalam pelaksanaan pembangunan zona integritas dan akreditasi penjaminan mutu warga peradilan agama harus mampu menunjukkan perubahan kinerja dalam hal peningkatan pelayanan. Selain itu warga peradilan sampai ke tingkat honorer  harus mengetahui dasar-dasar hukum dibentuknya peradilan agama.

Dalam hal pembinaan dan pengawasan pimpinan harus mampu menerapkan 4K yakni  Komunikasi, Koordinasi, Kerjasama, dan Komitmen.

1.Komunikasi, seorang pemimpin harus mampu untuk komunikasi yang berkualitas terhadap bawahan. Komunikasi yang baik mutlak diperlukan utuk menjaga agar bawahan mau dan mampu bekerja untuk        mendukung kebijakan pimpinan.

2.Koordinasi, diperlukan agar komunikasi yang sudah berjalan dengan baik menjadi efektif. Dengan koordinasi yang baik, maka diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih cepat atas tujuan yang telah ditetapkan.

3.Kerjasama, pimpinan diharapkan mampu untuk memotivasi bawahannya serta memberi contoh kerjasama yang baik. Karena dengan kerjasama yang baik maka keberhasilan dari rencana kerja yang telah ditetapkan akan berjalan dengan baik.

4.Komitmen, seorang pimpinan harus mampu untuk menanamkan komitmen kepada bawahannya  untuk seia sekata dalam melaksanakan rencana kerja yang sudah ditetapkan.

Dirjen Badilag juga menegaskan beberapa hal yang harus diperhatikan oleh seluruh warga peradilan agama antara lain  :

 

1. K3 yakni kebersihan, kerapian dan keindahan. Disamping layanan yag maksimal harus juga memperhatikan kebersihanan sarana gedung kantor, kerapian dalam hal penataan dan juga keindahan kantor.

2. Nilai APM harus dipertahankan pada A Excellent serta Hakim Pengawas Daerah harus dibekali dengan pengetahuan tentang APM.

3. PTSP agar dikelola dengan baik.

4. Pelajari serta implementasikan secara terus menerus mengenai e-court dan e-litigasi.

5. Fit dan proper test wakil ketua Pengadilan Agama akan dilaksanakan secara online

Di akhir pembinaannya Dirjen Badilag berkenan untuk melaunching secara resmi 3 aplikasi inovasi dari Pengadilan Tinggi Agama NTT yakni e-persuratan yang sudah dugunakan hampir seluruh Pengadilan Agama di Nusa Tenggara Timur, aplikasi e-register perkara banding dan e-keuangan banding. Beliau juga mengucapkan terima kasih serta memberikan apresiasi bagi seluruh warga peradilan di Kupang, Palangkaraya dan Semarang atas partisipasi aktifnya dalam melaksanakan kebijakan-kebijakan Dirjen Badilag.



Berita Terbaru Lainnya :